Dulu kepemimpinan masih didominasi oleh laki-laki, baik di bidang pemerintahan, kesehatan, pendidikan serta kerohanian. Laki-laki dianggap sudah sepantasnya dan sudah kodratnya menjadi seorang pemimpin. Namum seiring perkembangan zaman, pandangan ini sudah berubah. Saat ini sudah banyak ditemui wanita-wanita yang menjadi seorang pemimpin di segala bidang termasuk di bidang kerohanian, dalam hal ini di agama Kristen.Saat ini sudah banyak ditemui Gereja-gereja yang dipimpin dan digembalakan oleh seorang wanita. Namun tidak dapat dipungkiri kepemimpinan wanita di bidang kerohanian, di kalangan agama Kristen masih menimbulkan perdebatan antara yang pro dan kontra. Ada yang sependapat bahwa wanita dapat menjadi seorang pemimpin, tetapi ada yang tidak sependapat.Penelitian ini akan membahas tentang tinjauan teologis terhadap tokoh kepemimpinan wanita Perjanjian Lama dan implementasinya dalam penahbisan Pendeta, studi kasus di GPT Kristus Gembala Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket dan wawancara kepada Bapak Gembala, Penatua, dan pelayan Gereja yang lain.Implementasi dari tinjauan teologis mengenai penahbisan Pendeta menurut kepemimpinan tokoh wanita Perjanjian Lama adalah pertama, dengan membuat forum diskusi tentang kepemimpinan wanita, melalui pendalaman Alkitab juga melalui kelompok baca Alkitab, dan kedua, Pendeta wanita mendapat kesempatan untuk ditahbiskan. Kata kunci; Kepemimpinan, Tokoh Wanita Perjanjian Lama, Penahbisan dan Pendeta.
Copyrights © 2022