Alkitab mencatat bahwa pendidikan adalah suatu aktifitas yang penting yang harus dilakukan oleh setiap pemimpin baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat. Pendidikan yang baik berasal dari keluarga, dari orangtua kepada anggota keluarga bahkan kepada anak-anak di dalam keluarga itu. Firman Tuhan di dalam Ulangan 6:6-9 mengatakan bahwa pendidikan di dalam keluarga harus diajarkan berulang-ulang, artinya secara konsisten diajarkan, dan keluarga harus secara sering membicarakan di saat anggota keluarga sedang beraktifitas apapun. Dengan demikian jelas di sini bahwa Tuhan meletakkan dasar atau fondasi pendidikan adalah di tengah-tengah keluarga.Guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah adalah pendidik berikutnya yang dipercaya oleh Tuhan untuk membentuk dan mendidik anak-anak yang ada di sekolah. Sehingga tugas guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pendidik adalah tugas yang penting. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen adalah guru Pendidikan Agama Kristen yang sudah mengenal Tuhan Yesus dan memahami kebenaran Firman. Itu sebabnya seorang guru Pendidikan Agama Kristen tidak hanya dituntut untuk memahami materi pelajaran, akan tetapi juga mempunyai karakter yang baik dan positif.Itu sebabnya perlu adanya sinergisitas pelayanan pada anak, antara orangtua di rumah dan guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah. Guru Pendidikan Agama Kristen perlu memahami dan mengetahui latar belakang anak dan orangtua. Sifat-sifat, karakter anak, perkembangan anak selama proses pembelajaran dan pertumbuhan. Kerjasama yang baik antara orangtua dan guru di sekolah, akan menghasilkan anak yang berkembang secara optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan kajian secara teologis dari Ulangan 6:6-9 dan implementasinya dalam pembentukan sinergisitas pelayanan antara guru dan orangtua di sekolah Kristen Pelita Kasih Mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan study riset melalui eksegese. Variabel X dalam penelitian ini adalah kajian teologis Ulangan 6:6-9 tentang pendidikan anak dalam keluarga, sedang variable Y adalah pembentukan sinergisitas pelayanan antara guru Pendidikan Agama Kristen dengan orangtua.
Copyrights © 2023