Keunikan yang dimiliki kitab Tawarikh sebagai bagian dari kitab-kitab sejarah adalah kitab ini memiliki catatan bernuansa sejarah yang harus dipahami dalam terang teologi. Salah satu sarjana yang mengkaji kitab Tawarikh, dalam kaitannya dengan kontribusi sastra dan sejarahnya, adalah Isaac Kalimi. Perbaikan redaksi dalam konten sastra dan historiografi antara kitab Samuel, Raja-raja serta Tawarikh adalah penyelidikan yang dianalisis secara komprehensif olehnya. Karena itu, artikel ini bertujuan menyajikan tinjauan singkat bagaimana perbedaan catatan sejarah yang dicatat penulis Tawarikh terhadap kejadian atau peristiwa yang sama yang diceritakan teks sumbernya (Samuel, Raja-raja). Fitur sastra yang digunakan adalah fitur penambahan yang dilakukan penulis Tawarikh kepada teks paralel atau sumbernya, sebagaimana yang diusulkan oleh Isaac Kalimi. Kajian terhadap beberapa literatur menunjukkan bahwa perbedaan dalam penulisan sejarah bangsa Israel menunjukkan keunikan historiografi Tawarikh. Dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan gaya penulisan turut berkontribusi dalam ideologi penulis kitab. Penulis Tawarikh mengingatkan kembali tentang bagaimana penyertaan Allah terhadap bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah dengan menampilkan peran Allah terhadap generasi Israel terdahulu. Penulis Tawarikh juga mengingatkan kembali agar bangsa Israel tetap mengenal Allah sebagai Allah yang adil dan berdaulat atas kehidupan umat pilihan-Nya, Israel. Inilah yang menjadi pesan teologis penulis Tawarikh yang disampaikan kepada bangsa Israel yang hidup di jaman pemulihan setelah pembuangan. Oleh karena itu, kitab Tawarikh jangan sekadar dipahami sebagai kitab yang memiliki nuansa sejarah saja, melainkan juga memiliki nuansa teologis.
Copyrights © 2024