Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi media sosial dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian kepustakaan, studi ini mengidentifikasi berbagai platform media sosial yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan mendistribusikan materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, seperti Instagram, YouTube, dan WhatsApp, tidak hanya berfungsi sebagai sarana distribusi, tetapi juga sebagai sumber konten kreatif yang dapat meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, termasuk membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam pemanfaatan media sosial, seperti pengelolaan konten yang relevan dan risiko distraksi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi guru dan pengembang kurikulum dalam menciptakan bahan ajar yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital.
Copyrights © 2024