Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tahapan pendidikan akal berdasarkan gradualitas jiwa dari perspektif Mullā Ṣadrā. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode library research. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi atau dokumen. Data-data penelitian diperoleh dari karya-karya asli Mullā Ṣadrā, buku, artikel ilmiah, dan jurnal penelitian yang membahas konsep-konsep filsafat dan pendidikan Mullā Ṣadrā. Data-data tersebut dianalisa dan diinterpretasi untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif tentang konsep gradualitas jiwa dan implikasinya pada tahapan pendidikan akal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya intelektual atau akal menurut Mullā Ṣadrā merupakan salah satu tingkatan terakhir dari jiwa dan memiliki dua daya: quwwah 'ālimah (daya teoritis) dan quwwah 'āmilah (daya praktis). Quwwah 'ālimah adalah daya yang mampu memahami konsep-konsep universal dan memiliki empat tingkatan: potensial (bil quwwah), habitual (bil malakah), aktual (bil fi`l), dan yang diperoleh (bil mustafād). Adapun quwwah 'āmilah (daya praktis) adalah daya yang mampu memahami tindakan-tindakan dan memiliki empat tingkatan: penyucian lahiriah, penyucian batin, penghiasan batin, dan fanā` dalam Tuhan. Berdasarkan hal ini, pendidikan intelektual dari perspektif Mullā Ṣadrā berarti menciptakan kondisi pendidikan yang kondusif untuk melalui tingkatan-tingkatan rasional dan mencapai tingkatan terakhir dari kemampuan akal yaitu akal mustafād dan fanā dalam Tuhan saat terhubung dengan akal aktif (aql fa`āl). Tahapan pendidikan intelektual berdasarkan tingkatan jiwa dibagi menjadi lima tahap: pra-persiapan, persiapan, inisiasi, moderasi, dan transenden.
Copyrights © 2024