salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pada bayi baru lahir adalah ikterik atau dikenal dengan jaudice. Ikterik terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah yang menyebabkan kulit dan mata menjadi kuning. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan aspek penting dalam pemenuhan nutrisi bayi baru lahir. ASI tidak hanya memberikan nutrisi yang optimal tetapi juga membantu meningkatkan imunitas bayi. Namun, terdapat anggapan bahwa frekuensi pemberian ASI dapat memengaruhi kadar bilirubin dalam darah, yang pada akhirnya berdampak pada derajat ikterik pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan frekuensi pemberian ASI dengan derajat ikterik pada bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh bayi dengan hiperbilirubinemia,Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah nonprobability sampling, Metode analisis data dengan menggunakan metode chi-square dengan tingkat kemaknaan 5%. Kesimpulan ada Hubungan Frekuensi Pemberian ASI Dengan Derajat Ikterik Pada Bayi Baru Lahir (p : 0,000).
Copyrights © 2025