Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tax planning dan green accounting memengaruhi kinerja keuangan bisnis transportasi. Perusahaan berkomitmen untuk mengelola dampak lingkungan, seperti pelaporan keberlanjutan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah. Sementara itu, tax planning adalah strategi legal untuk mengoptimalkan ketentuan perpajakan untuk mengurangi beban fiskal. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kedua metode tidak mempengaruhi kemampuan bisnis untuk memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba. Hasil menunjukkan bahwa jika profitabilitas benar-benar dipengaruhi, inisiatif lingkungan dan strategi fiskal harus diperdalam dalam manajemen operasional. Untuk penelitian lebih lanjut, indikator lingkungan yang kuantitatif harus digunakan, periode pengamatan harus diperpanjang, dan variabel kontrol harus ditambahkan. Ini akan membantu menemukan variabel lain yang mungkin lebih dominan dalam memengaruhi kinerja keuangan.
Copyrights © 2025