Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan etos kerja pedagang toko kelontong Madura dan pedagang toko kelontong pribumi lokal di Kecamatan Prajurit Kulon dalam perspektif ekonomi syariah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, di mana data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap 10 pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang Madura cenderung memiliki etos kerja yang lebih kuat, dengan jam operasional 24 jam, serta penerapan prinsip kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Sementara itu, pedagang pribumi lokal lebih mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan waktu istirahat, namun tetap menerapkan nilai-nilai kejujuran dalam usaha mereka. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa etos kerja yang kuat, didukung oleh penerapan prinsip syariah, memberikan dampak positif terhadap daya saing dan loyalitas pelanggan, terutama di tengah persaingan dengan toko modern. Kata-kata kunci : Etos Kerja, Toko Kelontong Madura, Ekonomi Syariah
Copyrights © 2024