Pendahuluan: Self-harm merupakan masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada remaja di Indonesia. Meskipun SELF-HARM tidak memiliki niat untuk bunuh diri, beberapa kasus berujung pada kematian. Tujuan: mendeskripsikan pengalaman remaja berperilaku SELF-HARM. Metode: Desain penelitian kuantitatif deskriptif. Responden adalah 904 siswa SMA dan SMK Negeri di Provinsi Jawa Tengah yang dipilih dengan menggunakan non-probability sampling dan pendekatan purposive sampling dari 4000 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Google Forms pada bulan September -November 2023. Instrumen yang digunakan adalah Self-harm Inventory. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang menganalisis distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: perilaku SELF-HARM yang paling sering dilakukan adalah memukul diri sendiri. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat menjadi evidence-based bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan intervensi, terutama bagi populasi yang rentan melakukan perilaku SELF-HARM.
Copyrights © 2024