Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intertekstual sehingga membentuk hubungan yang padu dan utuh. Dalam penelitian ini pembacaan pada kedua tema, penekohan , setting/latar pada kedua karya sastra. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif intertekstual pada jalinan kedua teks novel Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M Dahlan 2003, dan novel Demi Allah Aku Jadi Teroris Karya Damien Dematra 2009. Hasil analisis menunjukan adanya hubungan intertekstual novel Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M Dahlan dan novel Demi Allah Aku Jadi Teroris Karya Damien Dematra. Memiliki keterkaitan pada kedua tema sebagai jalinan yang sama tentang tentang penindasan bagi kaum perempuan, tentang pengakuan dan pemberontakan yang dilakukan perempuan yang mengatasnamakan agama menjadi objek suatu kelompok demi mendandapat keuntungan tanpa memperhatikan efek yang akan ditimbulakan. Pada pembacaan penokohan kedua novel memiliki sebuah kesamaan yaitu kekecewaan yang mengantarkan mereka pada pemberontakan, tritagonis dan sama tersesat dengan memilih jalan untuk menentang Tuhan. Sedangkan pada latar kedua novel pengarang menggambarkan latar fisik sebuah kampus, pondok dan waktu pagi siang malam sehingga textus sebagai jaringan tekstual pada kedua novel.
Copyrights © 2024