Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna puisi “Hanya Bisa Merenung” dan “Hari Ini Aku” karya Kang Tohir menggunakan pendekatan semiotika. Dengan pendekatan ini, penulis mengeksplorasi berbagai dimensi makna yang terkandung dalam puisi, termasuk simbol, imageri, dan gaya bahasa. Analisis mendalam diharapkan dapat mengungkap keindahan serta kedalaman emosi yang mungkin tersembunyi di balik kata-kata yang sederhana, serta memberikan wawasan baru bagi pembaca dalam menghargai kekayaan sastra. Fokus penelitian ini adalah pada analisis sastra yang mengeksplorasi tema kesedihan, kerinduan, dan identitas melalui pembacaan mendalam terhadap teks puisi dan literatur relevan. Puisi “Hanya Bisa Merenung” menggambarkan tema perenungan dan hubungan sosial, dengan simbol seperti “merenung” dan “kasih dan cintamu” yang menunjukkan keinginan akan hubungan tulus, sementara repetisi memperkuat perasaan frustrasi. Di sisi lain, puisi “Hari Ini Aku” mencerminkan kekecewaan terhadap realitas sosial yang penuh kepalsuan, dengan simbol “jendela lensa kaca putih” menunjukkan pandangan terdistorsi dan tema keserakahan serta pertanyaan retoris menciptakan keraguan moral dalam hubungan. Melalui analisis semiotika, penelitian ini mengungkap emosi dan tema dalam puisi Kang Tohir, memberikan kontribusi penting bagi studi sastra Indonesia serta pemahaman tentang konteks sosial karya penyair.
Copyrights © 2024