Mahasiswa perguruan tinggi sering menghadapi tekanan akademik seperti beban tugas, tuntutan prestasi, serta kesulitan dalam mengelola waktu dan emosi. Dalam konteks ini, academic gratitude (rasa syukur akademik) dan academic buoyancy (daya lenting akademik) dipandang berperan penting dalam membantu mahasiswa mengatasi tekanan tersebut. Gratitude membantu mahasiswa menghargai hal-hal positif dalam proses belajar, sementara buoyancy mencerminkan kemampuan bangkit dari tantangan akademik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara academic gratitude dan academic buoyancy. Desain yang digunakan adalah studi korelasional dengan teknik probability sampling berbasis strata kelas. Sampel terdiri atas 410 mahasiswa (104 laki-laki, 306 perempuan) dari universitas negeri di Jawa Barat, Indonesia. Data dikumpulkan melalui Google Form selama masa pandemi, menggunakan instrumen Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6) dan Academic Buoyancy Scale (ABS) yang telah diadaptasi ke konteks Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa kedua variabel berada pada kategori tinggi, serta terdapat hubungan positif, cukup kuat, dan signifikan antara academic gratitude dan academic buoyancy. Temuan ini menunjukkan bahwa rasa syukur berkontribusi dalam meningkatkan daya lenting akademik. Oleh karena itu, disarankan agar universitas mengembangkan program berbasis gratitude untuk memperkuat ketahanan akademik mahasiswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025