Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
Vol. 36 No. 2 (2013)

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DENSITAS MINERAL TULANG PEREMPUAN DEWASA MUDA DI KOTA BOGOR

Budi Setyawati (Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes, Jakarta)
Elisa Diana Julianti (PusatTeknologiTerapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Litbangkes, Bogor)
Diane Adha (Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbangkes, Jakarta)



Article Info

Publish Date
24 Apr 2015

Abstract

ABSTRACTThe age of young adult (25-35 years) is a period of peak bone mass formation. The stable formation of optimum peak bone mass prevent osteoporosis in later life. The aim of study was to assess factors bone mineral density (BMD) condition. Design of the study was an observasional study with cross-sectional design, conducted in Bogor, involving 173 married woman, 25-35 year of age. Data collected were socio economic characteristics, dietary intake, food frequency, body mass index, exercise activity and BMD. Data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results showed 9.2 percent were at risk for osteoporosis. One with BMI <18.5 was 7 times greater risk for osteoporosis than BMI ≥ 18.5 (p<0.05). There were no significant relationship between BMD and education, parity, calcium and protein intake. The were also no significant relationship between BMD and habit of drinking milk, soda, caffeine drink and exercise. There was a significant relationship between body mass index (BMI) and BMD in young adult women.Keywords: bone mineral density, young adult woman, osteoporosisABSTRAKUsia dewasa muda adalah masa puncak pembentukan massa tulang. Pencapaian puncak pembentukan massa tulang optimal yang terus dipertahankan mampu mencegah kemungkinan osteoporosis di masa selanjutnya. Penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kondisi densitas mineral tulang (DMT) pada perempuan dewasa muda. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan potong-lintang, dilakukan di Kota Bogor, melibatkan 173 sampel perempuan menikah berusia 25-35 tahun. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik sosial ekonomi, asupan zat gizi, food frequency, indeks massa tubuh (IMT), dan densitas massa tulang (DMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 9,2 persen berisiko osteoporosis. Nilai IMT <18,5 berisiko osteoporosis 7 kali lebih besar dibandingkan dengan nilai IMT ≥18,5 5 (p<0,05). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna pada DMT dengan pendidikan, paritas, asupan kalsium dan protein, kebiasaan minum susu, kebiasaan minum minuman bersoda (soft drink) dan berkafein (teh, kopi), serta kebiasaan berolahraga. Terdapat hubungan signifikan antara IMT dan DMT pada perempuan dewasa muda. [Penel Gizi Makan 2013, 36(2):149-156]Kata kunci: densitas mineral tulang, perempuan dewasa muda, osteoporosis

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

pgm

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Social Sciences

Description

Focus and Scope Penelitian Gizi dan Makanan is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health in the field of food and nutrition. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research ...