Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terhadap kadar trigliserida pada tikus putih betina (Rattus norvegicus). Tiap-tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I (kontrol positif) diberi perlakuan berupa obat Gemfibrozil, CMC-Na 0,5% dan propiltiourasil 0,1%. Kelompok II (kontrol negatif) diberikan penambahan CMC-Na 0,5% dan propiltiourasil 0,1%, Kelompok III, IV dan V diberikan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan 3 dosis berturut-turut yaitu : 3,3 mg/200 g bb; 6,6 mg/200 g bb; dan 13,2 mg/200 g bb, CMC-Na 0,5% dan propiltiourasil 0,1%. Untuk kelompok VI (tanpa perlakuan) Semua tikus diperiksa kadar trigliserida darahnya sebelum dan setelah masa perlakuan selama 21 hari kemudian hasil selisih kadar trigliserida pret test dan post test dianalisis menggunakan uji Anova dan uji post hoc. Hasil analisis menunjukan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok kontrol positif namun tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik untuk kelompok dosis I, II, III dan VI sehingga Ekstrak daun belimbing wuluh tidak dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap penurunan kadar trigliserida darah pada tikus putih betina (Rattus norvegicus).
Copyrights © 2018