Pendahuluan : Kerusakan secara fisik dan aspek psikis (cemas) pasien dalam menghadapi keluhannya saling berhubungan. Kecemasan seorang individu merupakan respon terhadap ancaman bahaya yang komplek. Ansietas dapat mempengaruhi respon pasien terhadap nyeri. Pasien yang mengantisipasi nyeri dapat menjadi lebih cemas. Hubungan antara nyeri dan ansietas bersifat kompleks. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan intensitas nyeri pada pasien luka akut di Paviliun RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto. Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien luka akut di Paviliun RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto yang berjumlah 41 orang dengan teknik sampel menggunakan Purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, data yang terkumpul kemudian ditabulasi dan disajikan dalam bentuk tabel sesuai dengan variabel yang diteliti. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pasien luka akut di Paviliun RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto mengalami cemas berat sebesar (65%) dan sebagian besar mengalami nyeri berat sebesar (70%). Kesimpulan : Berdasarkan uji statistik Run Test diperoleh = 0,013 < p = 0,05 artinya penelitian ini ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan intensitas nyeri pada pasien luka akut di Paviliun RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto
Copyrights © 2021