Pendahuluan: Problematik yang dihadapi adalah kemampuan bakteri untuk mengalami perubahan genetik (mutasi) yang menyebabkan hilangnya efektivitas beberapa antibiotik (resisten) sehingga bakteri tersebut masih dapat terus berkembang meski sudah menjalani terapi pengobatan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan daya hambat dan melihat pada konsentrasi berapa ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A.Juss) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi yang digunakan adalah isolat bakteri Staphylococcus aureus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian sampel bakteri Staphylococcus aureus berkoloni tunggal. Metode ekstraksi yang digunakan adalah ekstrasi maserasi. Instrument penelitian yang digunakan yaitu observasi. Hasil: penelitian didapat dari pengukuran diameter zona bening yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Analisa data yang digunakan berupa editing, coding, dan tabulating. Perolehan rata-rata pada penelitian ini di setiap konsentrasi (50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%) tergolong dalam kategori sedang, karena zona hambat yang terbentuk kurang dari 10 mm. Kesimpulan: Hasil uji efektifitas antibakteri ekstrak daun mimba terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus tergolong sedang dan tidak dapat diketahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak daun mimba.
Copyrights © 2023