Pemberian air susu ibu secara eksklusif selama enam bulan merupakan indikator perilaku sehat yang diharapkan. Cakupan abyi yang mendapat ASIU eksklusif di Provinsi daerah istimewa Yogyakarta pada tahun 2006 sebesar 7876 bayi atau sebesar 29,60%, angka ini belum mencapai target nasional yaitu sebesar 40%, sehingga perlu sosialisasi tentang managemen laktasi. Manajemen laktasi dapat dimulai dari masa kehamilan, saat segera setelah bayi lahir dan masa menyusui selanjutnya, sehingga keberhasilan menyusui dapat dicapai dengan baik dan bayi memperoleh kondisi gizi dan kesehatan yang optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang manajemen laktasi disertai buku panduan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester I dan II dalam memberikan ASI Eksklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta, pada bulan Juni. Untuk memilih sampel digunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini total populasi. Instrument penelitian yang digunakan untuk memperoleh data adalah kuesioner, untuk menguji validitas kuesioner dengan validitas isi. Penelitian ini menggunakan uji independent sample t-test dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95%. Dari penelitian didapatkan skor tingkat pengetahuan tentang manajemen laktasi setelah diberikan penyuluhan kesehatan sebesar 23,10±2,01 dan skor sikap dalam pemberian ASI eksklusif sesudah diberikan penyuluhan kesehatan sebesar 88,18±9,37. Jadi ada perbedaan skor baik pada tingkat pengetahuan maupun sikap dalam pemberian ASI Eksklusif.Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, Sikap, ASI Eksklusif
Copyrights © 2015