Mata kuliah Dokumentasi proses keperawatan harus dipahami oleh mahasiswa keperawatan. Hasil evaluasi persepsi mahasiswa terhadap proses pembelajaran yaitu mahasiswa kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan, mahasiswa belum mendapatkan gambaran analisis kasus sesuai kondisi pasien di layanan kesehatan. Sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sesuai kebutuhan mahasiswa. Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk mata kuliah dokumentasi keperawatan adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar mata kuliah dokumentasi keperawatan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experimental design dengan pendekatan control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi S1 Keperawatan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Jumlah sample dalam penelitian ini yaitu 92 responden yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen (n=46) dan kelompok kontrol (n=46). Hasil penelitian akan dilakuan uji analisa komparatif Numerik tidak berpasangan. Uji yang digunakan adalah Uji T dengan syarat sebaran distribusi data penilitian normal dan Uji Mann-Whitney jika data sebaran data berdistribusi tidak normal. Adapun kesimpulan dari hasil uji hipotesis yaitu p<0,005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value 0,000 (p<0,005). Rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yaitu sbesar 85,5. Selisih nilai median antara kedua kelompok adalah 5. Hal ini membuktikan bahwa secara statistic dan secara klinis metode Problem Based Learning (PBL) berpengaruh hasil belajar mata kuliah dokumentasi keperawatan.
Copyrights © 2022