Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran multikultural di sekolah-sekolah menengah pertama di Kecamatan Sajingan Besar, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 31 guru dari SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Sajingan Besar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran melalui cerita rakyat, tarian tradisional, dan bahasa daerah. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan perbedaan nilai budaya masih menjadi kendala utama. Strategi yang diterapkan meliputi diskusi kelompok, proyek berbasis budaya, dan penguatan nilai toleransi dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2025