Limbah plastik dan limbah perkebunan seperti sabut pinang merupakan masalah lingkungan yang serius karena sulit terurai secara alami. Kota Dumai menunjukkan peningkatan volume limbah plastik dan peningkatan luas perkebunan pinang, namun pemanfaatan limbah plastik dan limbah sabut pinang saat ini belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan papan komposit ramah lingkungan menggunakan limbah sabut pinang dan plastik polietilen berdensitas rendah (LDPE) sebagai bahan baku alternatif. Penelitian menggunakan metode pengempaan panas pada suhu 150°C dan tekanan 25 kg/cm². Komposisi pastik LDPE dan sabut pinang yang diuji adalah 70:30 dan 60:40. Karakteristik papan diuji meliputi kerapatan, kadar air, dan modulus elastisitas (MoE) mengacu pada standar SNI 03-2105-2006. Hasil menunjukkan bahwa papan komposit memiliki kerapatan 0,64 g/cm³ (70:30) dan 0,68 g/cm³ (60:40) dengan kadar air yang memenuhi standar SNI (<14%). Modulus patah untuk rasio 70:30 adalah 87,6 kg/cm², sementara untuk 60:40 adalah 91,4 kg/cm². Secara visual, papan dengan rasio 60:40 memiliki permukaan lebih halus dibandingkan dengan 70:30. Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa papan komposit berbasis limbah sabut pinang dan LDPE memiliki karakteristik mendekati standar SNI, meskipun tidak menggunakan perekat kimia. Penelitian ini berkontribusi pada solusi pengolahan limbah yang ramah lingkungan sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.
Copyrights © 2025