Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang ramah terhadap difabel dan pelayanan yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat maka dibutuhkan tenaga kesehatan yang menguasai bahasa isyarat dalam berkomunikasi. Kemampuan menggunakan bahasa isyarat oleh tenaga kesehatan di Puskesmas maupun di rumah sakit saat penting untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat berdampak pada kesalahan dalam praktik atau malpraktik akibat kesalahan dalam menerjemahkan informasi yang disampaikan. Masalah yang dihadapi saat ini adalah belum semua tenaga kesehatan mampu menggunakan bahasa isyarat dalam berinteraksi dengan kelompok difabel. Perlu upaya sosialisasi penggunaan bahasa isyarat bagi tenaga kesehatan agar memiliki keterampilan dalam menggunakan bahasa isyarat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi penggunaan bahasa isyarat yang di ikuti oleh peserta dari tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas dan rumah sakit serta mahasiswa kesehatan. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu peserta dapat mempraktikkan penggunaan bahasa isyarat menggunakan SIBI (Sistem isyarat Bahasa Indonesia) yang disampaikan oleh narasumber dari salah satu Sekolah Luar Biasa yang ada di Kota Pontianak.
Copyrights © 2025