Framing kesetaraan gender bekerja dalam rentangan arena ketimpangan interpretasi antara relasi setara dan konfliktual. Implikasi implementasi kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) problematis, terjadi peningkatan kualitas sumber daya perempuan sekaligus interaksi interpersonal konfliktual dalam pasangan pernikahan. Studi literatur ini bertujuan menganalisis konsepsi kesetaraan gender pada dokumen kebijakan Inpres Nomor 9 Tahun 2000 tentang PUG dalam Pembangunan, dalam konteks praktik relasi interpersonal konfliktual. Kajian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, dengan analisis framing model Gamson dan Modigliani. Konsepsi kesetaraan gender dokumen PUG dianalisis mendasarkan pada devices metaphora, exemplar, catchphrase dan depiction. Dengan metode interpretif kajian ini mengidentifikasi “bekerjanya” devices dalam perspektif antropologi kebijakan. Kajian ini memberi informasi bahwa metafora, gaya bahasa, dan fokus konsepsi kesetaraan gender dokumen PUG yang dengan pendekatan obyektif menjadi perangkat mobilisasi dan legitimasi kaum perempuan dalam mentransformasi diri mengarah ke identitas gender dan peran gender yang lebih modern . Hal ini menjadi dasar adanya ketimpangan interpretasi tentang kesetaraan gender dalam pasangan, mendorong potensi respon konfliktual, dalam dimensi stereotip, pembagian kerja dan kepemimpinan laki-laki. Kajian literatur ini memberi informasi perlunya pendidikan gender untuk memahami wacana gender secara progresip bagi laki-laki maupun perempuan. Pada level kebijakan diperlukan penetapan kebijakan lanjutan, mendasarkan pada upaya deliberatif dan kontekstual.
Copyrights © 2025