Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen bimbingan konseling terhadap motivasi belajar peserta didik berkebutuhan khusus (tunanetra) di SMALB Negeri 9 Jakarta. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program bimbingan konseling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bimbingan konseling yang efektif, meliputi penggunaan teknologi assistif, pengembangan keterampilan orientasi dan mobilitas, serta penerapan pendekatan pembelajaran multisensori, berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik tunanetra. Kolaborasi antara guru BK dan guru mata pelajaran, serta fokus pada pengembangan konsep diri positif dan keterampilan sosial, juga berkontribusi signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen bimbingan konseling yang holistik dan individual dapat secara efektif meningkatkan motivasi belajar peserta didik tunanetra, mendukung kemandirian mereka, dan mempersiapkan mereka untuk transisi ke pendidikan lanjut atau dunia kerja.
Copyrights © 2024