Kanker nasofaring merupakan tumor yang sering di temukan di indonesia dan menyebabkan masalah fisik dan psikososial bagi penderitanya. Hal ini akan mempengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada pasien kanker nasofaring. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian merupakan pasien kanker nasofaring di RSUD Arifin Achmad yang berjumlah 77 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI yang telah tervalidasi. Analisis univariat di gunakan dalam melakukan analisa data. Kualitas tidur pasien kanker nasofaring dari 77 responden menunjukkan sebanyak 21 responden (27,3%) dengan kualitas tidur baik dan sebanyak 56 responden (72,7%) dengan kualitas tidur buruk, dimana nilai PSQI ≤5 kuali tas tidur baik dan >5 di nyatakan buruk. Kualitas tidur pada pasien kanker nasofaring mayoritas buruk. Dari tujuh komponen penilaian kualitas tidur pada pasien kanker nasofaring terdapat tiga komponen yang mempengaruhi kualitas tidur menjadi buruk, yaitu efisiensi tidur, gangguan tidur dan disfungsi siang hari.
Copyrights © 2024