Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KECEMASAN LANSIA PADA VAKSINASI SAAT MELAKUKAN VAKSINASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO PEKANBARU Nia Khusniyati M; Yunisman Roni
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 8 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v8i1.222

Abstract

Covid-19 rentan menyerang orang yang sudah berada di usia tua karena imunitas tubuh sudah berkurang. Fakta inilah yang kemudian menjadikan lansia rawan mengalami kecemasan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah kecemasan pada lansia yaitu dibutuhkan teknik relaksasi otot progresif. Teknik relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi alternatif yang mudah dan mampu menurunkan stress serta menurunkan kecemasan pasien, sehingga teknik relaksasi ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan dalam menangani masalah stress dimasa pandemic COVID-19. metode penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel (kontrol dan eksperimen) lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru dan menggunakan kuesioner CPDI 24. Analisa data menggunakan uji statistik t-test dengan derajat kepercayaan (? = 0,05) yang diolah melalui program SPSS. Hasil penelitian didapatkan p-value0,000 < 0,005, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap kecemasan lansia pada saat melakukan vaksinasi
Resiliensi dan Motivasi Mahasiswa Tahun Pertama Menghadapi Pembelajaran Daring dalam Masa Pandemi Covid-19 Nia Khusniyati; Kurniawati Kurniawati; Magdalena magdalena; Tesha Hestyana Sari; Yunisman Roni
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.024 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.14

Abstract

Resiliensi dan motivasi merupakan suatu kondisi yang muncul pada remaja saat mengikuti kuliah di tahun pertamanya. Remaja yang menjadi mahasiswa tahun pertama di masa pandemi covid-19 dihadapkan dengan proses pembelajaran secara daring yang akan dapat mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan resiliensi dan motivasi dengan prestasi akademik mahasiswa tahun pertama di masa pandmei Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif denagn desain cross sectional yang melibatkan 100 mahasiswa tahun pertama di institusi pendidikan yang dipilih dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data mengguakan kuesioner dan dianalisis dengan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100 responden yang disurvey sebagian besar memiliki resiliensi (57%) dan motivasi tinggi (54%) dengan prestasi akademik yang sangat memuaskan dan pujian. Terdapat hubungan antara resiliensi dan motivasi terhadap prestasi akademik yang signifikan dengan prestasi akademik (p=0.000). Motivasi merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi prestasi akademik (B=0.02).
KEGIATAN SENAM UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA TUALANG KECAMATAN TUALANG Ari Rahmat Aziz; Yunisman Roni; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Masrina Munawarah Tampubolon; Ahmad Kautsar; Ardilla Nurliza; Aulia Oktavia
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 1 (2024): Batara Wisnu | Januari - April 2024
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v4i1.241

Abstract

This activity aims to examine the impact of the elderly gymnastics program on hypertension control in Tualang Village, Tualang District. This program involved 42 elderly participants and elderly posyandu cadres from 3 posyandu in the village. Activities carried out include exercising regularly, providing accurate information to support sports, and monitoring the impact of exercise on the health of the elderly. The results of the pre-test and post-test showed a decrease in blood pressure in the elderly who participated in gymnastics. In addition, the program also involves games and the preparation of mung bean porridge as a food component. The results of this activity revealed that the gymnastics program succeeded in increasing the knowledge and awareness of the elderly about the benefits of elderly gymnastics in handling hypertension. Exercise programs have an effect on lowering blood pressure in the elderly with hypertension. Overall, this program is considered a positive step in improving the quality of life of the elderly with hypertension in the region
Pelatihan Senam Kaki Bagi Penyandang Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Khusniyati, Nia Khusniyati; Forwaty, Erni; Delvira, Wiwiek; Roni, Yunisman
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v8i1.2956

Abstract

Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang ditandai dengan resistensinya tubuh terhadap insulin dan kurangnya tubuh dalam memproduksi insulin. Resistensi insulin merupakan respon biologis yang tidak normal terhadap insulin, sehingga kemampuan insulin berkurang yang mengakibatkan gangguan dalam penyerapan glukosa. Dalam membantu program Pemerintah khususnya di Puskesmas Payung Sekaki dalam mengurangi angka mortalitas akibat komplikasi diabetes maka perlu dilakukan pelatihan Gerakan senam kaki bagi penderita diabetes. Tujuan Pelatihan senam kaki diabetes melitus memberikan pengalaman dan pengetahuan pada pasien DM sebagai upaya pencegahan kaki diabetes melitus. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan senam kaki dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki di Jl. Sukajaya RW 02 RT 11, Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan bulan Maret – September 2022. Khalayak sasaran adalah penderita DM. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan terhadap penderita DM dengan teknik pelaksanaan terdiri dari tahap I: sharing materi 1 kali pertemuan kepada penderita DM, tahap II berupa kegiatan pelatihan kepada penderita DM yang terdiri dari pemberian pengetahuan dan simulasi keterampilan 2 kali pertemuan dan tahap 3: evaluasi ketrampilan Gerakan senam kaki. Dampak yang dihasilkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penderita DM tentang senam kaki dengan melihat skor monofilament tes pada kaki adanya penurunan sebesar 0.1 point dan nilai GDS berkurang 19,05. Penderita DM sudah mampu melakukan senam kaki diabetes melitus dan menjaga pola diet DM dengan baik dan benar. Keluarga dan Penderita DM harus ikut andil dalam memberikan dukungan secara berkelanjutan dan terus menerus pada penderita DM dalam melakukan senam kaki DM sebagai bentuk upaya pencegahan komplikasi kaki diabetes melitus yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Kata kunci: neuropati perifer; senam kaki; kaki diabetes
GAMBARAN NYERI PADA PASIEN KANKER STADIUM LANJUT Belqies Nurhasanah; Huda, Nurul; Roni, Yunisman
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 13 No 2 (2024): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v13i2.2689

Abstract

Pasien dengan penyakit kanker stadium lanjut mengalami gejala nyeri yang dapat menurunkan kapasitas fungsional pasien dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran nyeri pada pasien kanker stadium lanjut di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode penelitian ini menggunakan desian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada pasien kanker stadium lanjut di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau melibatkan 206 responden dengan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden paling banyak didapatkan sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 128 responden dengan persentase 62,1%, rentang usia 41-50 tahun dengan jumlah 84 responden dengan persentase 40,8%, diagnosa medis paling banyak yaitu kanker payudara yang berjumlah 36 responden dengan persentase 17,5%. Berdasarkan nyeri yang dirasakan pasien kanker stadium lanjut mayoritas intensitas nyeri tingkat ringan yaitu sebanyak 103 responden dengan pesentase 50,0%, keefektivan obat tarhadap responden menunjukkan bahwa 159 responden dengan persentase 77,2% terbantu sepenuhnya terhadap obat nyeri dan pengaruh nyeri terhadap kehidupan responden menunjukkan bahwa 131 responden dengan persentase 63,6% merasakan pengaruh nyeri mengganggu terhadap kehidupan sehari-hari. Berdasarkan nyeri yang dirasakan pasien kanker stadium lanjut mayoritas intensitas nyeri tingkat ringan yaitu sebanyak 103 responden (50,0%).
Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk Edukasi Kesehatan Remaja di Daerah Lahan Basah Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Suci, Erika Wice Purwani; Putri, Syeptri Agiani; Aziz, Ari Rahmat; Roni, Yunisman; Azizah, Azizah; Juliana, Dea Adelia; Fathaniah, Farahiyah; Pakpahan, Jonas Letare; Hikmah, Muttakhidatul; Rokhmani, Nikmah; Nurhidayah, Nurhidayah; Hutabarat, Ribka Pebriana; Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty; Sari, Suci Indah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18460

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan pengguna sosial media yang aktif, oleh karena itu remaja dapat memanfaatkan media sosial salah satunya sebagai tempat berbagi edukasi kesehatan dengan membuat media edukasi melalui desain grafis menggunakan aplikasi canva dan capcut. Tujuan pengabdian masyarakat ini agar remaja dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagi edukasi terkait kesehatan dengan memanfaatkan aplikasi desain grafis sebagai alat untuk membuat media edukasi. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di wilayah Kelurahan Limbungan Baru, Kota Pekanbaru. Metode yang dipergunakan dalam pelatihan ini dengan pemberian materi dan demonstrasi terkait cara pembuatan media edukasi, pendampingan kepada remaja, dan evaluasi terkait pembuatan media edukasi. Hasil pelatihan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pemanfaatan media sosial pada remaja. Kata Kunci: Remaja, Pelatihan, Media Sosial, Edukasi Kesehatan  ABSTRACT Teenagers are active social media users, therefore teenagers can utilize social media, one of which is as a place to share health education by creating educational media through graphic design using the Canva and Capcut applications. The purpose of this community service is so that teenagers can utilize social media to share health-related education by utilizing graphic design applications as a tool to create educational media. This training activity was carried out in the Limbungan Baru Village area, Pekanbaru City. The method used in this training was to provide material and demonstrations related to how to create educational media, mentoring teenagers, and evaluations related to creating educational media. The results of the training showed an increase in respondent knowledge before and after training on the use of social media for teenagers. Keywords: Adolescents, Training, Social Media, Health Education
Hubungan Kecemasan dan FoMO (Fear of Missing Out) dengan Nomophobia pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Dela Melani; Yunisman Roni; Ade Dilaruri
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/e67jkq08

Abstract

Introduction: Smartphones can have positive and negative impacts on their users. Generally, smartphone use among the community is difficult to control, causing dependence on smartphone use or known as nomophobia. Objective: This study aims to determine the relationship between anxiety and FoMO in the Faculty of Nursing, University of Riau. Method: This study is a quantitative study using a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. The research sample was 235 respondents from the Faculty of Nursing, University of Riau using the stratified random sampling technique. The instruments used in this study were the No Mobile Phone Phobia Questionnaire (NMP-Q), Fear of Missing Out Scale (FoMOS) and HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). The analysis using the alternative kolmogorov smirnov test. Results: The majority of respondents experienced moderate nomophobia as many as 129 (54.9%), high anxiety as many as 121 (51.5%) and high FoMO as many as 123 (52.3%) students. There was a significant relationship between anxiety and nomophobia with a p value = 0.001 <0.05 and there was a significant relationship between FoMO and nomophobia obtained a p value = 0.000 <0.05. Conclusion: The higher the anxiety and FoMO, the higher the nomophobia, conversely, the lower the anxiety and FoMO, the lower the nomophobia in students.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Discharge Planning Terhadap Kualitas Hidup Pasien Ulkus Diabetikum Husna Fadhlia; Yunisman Roni; Aminatul Fitri
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/504ak392

Abstract

Introduction: Diabetic ulcers can affect the quality of life of sufferers. Support from family and health workers in the form of discharge planning is needed to help improve the quality of life of diabetic ulcer patients. Onjective: This study aims to determine the relationship between family support and discharge planning on the quality of life of diabetic ulcer patients. Method: This study used a correlational method with a cross-sectional approach. The research sample was 50 respondents based on inclusion and exclusion criteria using accidental sampling. The instruments used were the WHOQOL-Bref questionnaire, family support questionnaire, and discharge planning questionnaire. The analysis used was bivariate analysis with Kendall's tau-b correlation test. Results: Of the 50 respondents, there were 37 respondents (74%) with moderate quality of life, 28 respondents (56%) with high family support, and 40 respondents (80%) with good discharge planning. The results of statistical tests show that there is a significant relationship between family support and the quality of life of ulcer patients with a p value of 0.000 <α (0.05), and there is a significant relationship between discharge planning and the quality of life of ulcer patients with a p value of 0.006 <α (0.05). Conclusion: There is a relationship between family support and the quality of life of diabetic ulcer patients and there is a relationship between discharge planning and the quality of life of diabetic ulcer patients. Family support is more significant in influencing the quality of life of diabetic ulcer patients.  
THE RELATIONSHIP FAMILY SUPPORT AND BLOOD SUGAR LEVELS IN DIABETES MELLITUS SUFFERERS TYPE 2 Disa Dwi Azahra; Yunisman Roni; Nopriadi
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/vqb5mh84

Abstract

Introduction: Type 2 diabetes mellitus (Type 2 DM) is a chronic disease whose prevalence continues to increase globally, including in Indonesia. Diabetes management requires family support which plays an important role in controlling the sufferer's blood sugar levels. Objective: The purpose of this study is to determine how blood sugar levels and family support relate to Type 2 DM patients at the Simpang Tiga Pekanbaru Community Health Center. Methods: This study was conducted at Simpang Tiga Health Center Pekanbaru using cross-sectional method and correlational design. Sampling was done by purposive sampling by selecting 97 people with type 2 diabetes mellitus as samples. Glucometer was used to test blood sugar levels and Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) questionnaire was used to measure family support. Fisher Exact Test statistical technique was used for data analysis. Results: Of 97 respondents, 51 (52.6%) had DM for less than 10 years, and 46 (47.4%) for more than 10 years. Additionally, 53.6% of respondents reported good family support, while 61.9% had uncontrolled blood sugar (>200 mg/dL). Fisher Exact Test showed a significant relationship between family support and blood sugar levels (p=0.037). Conclusion: Blood sugar levels in people with Type 2 DM are significantly correlated with family support. The best possible family support will help control blood sugar levels and avoid problems from diabetes.
PERBEDAAN TANDA – TANDA VITAL PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI INTRADIALYTIC EXERCISE Huwaida, Unaia Nadira; Nurchayati, Sofiana; Roni, Yunisman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45448

Abstract

Pasien yang menjalani hemodialisis seringkali mengeluh nyeri otot, lelah, dan mengantuk. Hemodialisis memiliki efek samping yaitu hipotensi dan kelemahan. Intradialytic exercise adalah aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi pasien hemodialisis untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tanda-tanda vital pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani intradialytic exercise. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment pendekatan pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian 17 kelompok intervensi dan 17 kelompok kontrol pasien di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dengan IBM SPSS Statistics 20 dan Microsoft Excel 2019. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Paired t-test, Independent t-test, uji Wilcoxon, dan uji Mann-Whitney. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan pada tekanan darah sistolik pre-test dan post-test intradialytic exercise dengan nilai p Value 0,024< α (0,05), untuk nadi didapatkan nilai p Value 0,000< α (0,05). Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan post-test suhu dan pernapasan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dimana suhu didapatkan nilai p Value 0,375> α (0,05) dan post-test pernapasan didapatkan nilai p Value 0,219> α (0,05). Tidak terdapat perbedaan indikator tanda-tanda vital antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, namun pada pasien kelompok intervensi menunjukkan perbedaan tekanan darah dan nadi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pasien penyakit ginjal kronis di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru membutuhkan intradialytic exercise setiap melakukan hemodialisis karena dapat mengontrol tanda-tanda vital jika dilakukan rutin dalam jangka waktu lama.