Pemulihan trauma akibat luka batin pada anak memerlukan pendekatan yang tidak hanya mencakup bimbingan psikologis, tetapi juga aspek spiritual untuk mencapai keseimbangan mental yang lebih baik. Penelitian ini mengeksplorasi peran bimbingan dan konseling dalam menerapkan terapi dzikir sebagai salah satu bentuk intervensi untuk membantu individu pulih dari trauma emosional yang mendalam. Terapi dzikir, yang berfokus pada repetisi dan perenungan nama-nama Allah atau kalimat suci lainnya, dapat memberikan ketenangan jiwa dan meningkatkan kekuatan emosional dalam menghadapi tekanan trauma. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap lima individu yang mengalami luka batin akibat peristiwa traumatis. Temuan menunjukkan bahwa terapi dzikir, dalam konteks bimbingan dan konseling, efektif dalam mengurangi kecemasan, depresi, dan meningkatkan ketenangan jiwa. Simpulan menunjukkan bahwa perpaduan antara bimbingan, konseling, dan pendekatan spiritual melalui dzikir dapat menjadi alternatif yang efektif dalam proses pemulihan trauma dan menumbuhkan kesehatan mental yang lebih baik.
Copyrights © 2024