Harmonisasi antara filsafat Islam dan tasawuf menawarkan pendekatan holistik yang dapat memperkaya pemahaman agama dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif individu tentang integrasi kedua pendekatan ini dan dampaknya terhadap pemahaman agama. Dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan para cendekiawan Muslim yang memiliki pengetahuan mendalam dalam filsafat Islam dan tasawuf. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tema utama yang relevan dengan topik penelitian. Hasil utama menunjukkan bahwa filsafat Islam berfungsi sebagai kerangka rasional yang menguatkan pemahaman agama secara logis, sedangkan tasawuf menawarkan dimensi spiritual yang mendalam melalui pengalaman batin. Kedua pendekatan ini, meskipun berbeda dalam metode epistemologi, dapat diselaraskan untuk menciptakan pemahaman agama yang lebih utuh. Tantangan epistemologis antara rasionalitas dan mistisisme dapat diatasi melalui harmonisasi yang menciptakan keseimbangan antara akal dan intuisi, memberikan nilai-nilai etis dan moral yang lebih kuat bagi individu dalam kehidupan sosial. Harmonisasi ini juga terbukti relevan dalam membantu umat Islam menghadapi dilema etis modern dengan pendekatan yang inklusif dan adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi filsafat Islam dan tasawuf memiliki implikasi signifikan bagi pengembangan moral dan etika dalam masyarakat Islam, yang mendukung pemahaman agama yang lebih adaptif terhadap tantangan modernitas. Hasil ini menyoroti pentingnya harmonisasi rasionalitas dan spiritualitas sebagai dasar untuk membangun kehidupan beragama yang seimbang, serta memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut mengenai relevansi praktik ini di berbagai konteks budaya dan sosial.
Copyrights © 2024