Seiring perkembangan kehidupan manusia yang signifikan, peribadatan menjadi sebuah fenomena yang sudah sangat beragam khususnya dalam tata cara pelaksanaannya. Penulis melihat salah satu fenomena peribadatan di masjid Nurul Falah di desa Koto Kociak, melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan menyengaja melafalkan ayat sajadah yang dikhususkan pada setiap hari Jum’at, namun kebiasaan ini hampir belum berkembang atau jarang ditemukan pada masjid yang ada di desa lainnya. Artikel ini merupakan kajian field research (studi lapangan) yang mengambil sumber data primer dari pengamatan dan riset penulis terhadap fenomena praktik peribadatan di salah satu masjid. Sedangkan data-data sekunder berupa kacamata teori diperoleh dari buku Antropologi karya Clifford Geert, jurnal, artikel, makalah dan skripsi yang berkaitan dengan topik penelitian. Adapun, hasil penelitian menggambarkan bahwa fenomena ini dapat dilihat dari gejala dan dampak yang dimunculkan melalui perilaku (soleh) serta menunjukkan peningkatan religiusitas para jamaah tersebut, serta para jamaah ini merasakan adanya kesadaran nilai spiritual terhadap Tuhan. Beberapa uraian terkait bentuk ritual ibadah yang dilakukan oleh jamaah sholat subuh ini juga dapat digambarkan melalui teori Geertz, bahwa agama sebagai bagian dari kebudayaan, yang mana mengandung sistem pengetahuan, sistem nilai, dan sistem simbol yang memungkinkan adanya interpretasi. Sehingga, titik pertemuan antara pengetahuan dan nilai-nilai yang dimungkinkan oleh simbol ini yang dinamakan sebagai makna.
Copyrights © 2024