Daerah hilir Sungai Lamong sebagian besar merupakan dataran rendah dan datar, dengan lebih dari 60% kemiringan lereng hilir kurang dari 8%. Pada penelitian ini, geometri memanjang Sungai Lamong dari Desa Jono menuju bagian hilir di Muara Sungai Lamong + 12 Km. Memahami penyebab banjir ini memerlukan analisa fluktuasi pasang surut air laut karena Sungai Lamong Hilir bermuara langsung menuju Selat madura. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak pasang surut air laut terhadap Sungai Lamong. Metodologinya melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder, yang berfungsi sebagai masukan untuk pemodelan hidraulika pengaruh pasang surut menggunakan aplikasi HEC-RAS. Dengan menggunakan metode L-Square, analisis data pasang surut menunjukkan HWL 1.39 meter, MSL 0.00 meter, dan LWL 1.38 meter. Setelah itu, analisis hidrologi dengan memanfaatkan data curah hujan dan debit menghasilkan debit rencana Q2 sebesar 402.4301 m3/s dan Q10 sebesar 545.9304 m3/s. Pemodelan dilakukan dengan 6 skenario: debit Q2 dan Q10 pada saat HWL, MSL dan LWL. Hasil pemodelan menunjukkan tidak adanya pengaruh pasang surut pada debit banjir Q2 dan Q10. Sehingga debit Q2 dan Q10 mengalir menuju Selat Madura.
Copyrights © 2024