Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan telah menjadi isu global yang mendesak, menuntut perhatian berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan kolektif. Media sosial, dengan jangkauannya yang luas dan sifatnya yang interaktif, telah menjadi alat komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana platform seperti Instagram, Twitter, dan Facebook dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi, membangun komunitas peduli lingkungan, serta memengaruhi perubahan perilaku individu dan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berperan sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai ruang diskusi yang mendorong kolaborasi antarindividu dan organisasi untuk melakukan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan. Konten visual yang menarik, narasi yang emosional, dan keterlibatan langsung dengan audiens terbukti menjadi faktor kunci dalam efektivitas komunikasi lingkungan melalui media sosial. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak akurat (hoaks) serta rendahnya tingkat literasi digital di beberapa kalangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang lebih terarah dan edukatif untuk memaksimalkan potensi media sosial dalam meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
Copyrights © 2024