Perundungan merupakan salah satu permasalahan yang umumnya terjadi pada bidang pendidikan. Akibat dari permasalahan tersebut tentu akan memberikan dampak terhadap kesehatan mental korban maupun berdampak pada fisik korban. Selain itu, dampak dari perundungan juga memiliki dampak terhadap krisis identitas. Masalah terkait perundungan yang terjadi pada lingkungan sekitar tentu akan menciptakan ketidakberdayaan serta ketidakpastian. Tujuan penulisan adalah menganalisis perundungan sebagai krisis identitas melalui pendekatan filsafat eksistensial dalam pendidikan. Metode penulisan yang ialah menggunakan jenis kualitatif. Hasil yang didapatkan Terkait dengan sikap bullying ataupun perundungan yang terjadi segeralah di berantas dengan menerapkan karakter utama pancasila yaitu kemandirian, gotong royong, religiusitas, integritas, dan nasionalisme. Pendekatan ekstensial dalam bidang pendidikan dapat di impelementasikan melalui beberapa cara, yaitu pelatihan untuk pendidik, program penduduk, dan kelas dialog. Kesimpulan yang diambil ialah salah satu contoh krisis identitas yang terjadi pada ruang lingkup pendidikan ialah adanya sikap bullying atau perundungan. Melalui proses integrasi beberapa filsafat eksistensial pada pendidikan, secara tidak langsung dapat meminimalisir terkait dengan dampak buruk akibat perilaku perundungan. Selain itu, hal tersebut tidak hanya bertujuan dalam mengurangi kasus perundungan. Namun juga bertujuan dalam membangun masyarakat untuk memiliki rasa saling menghargai dan beradab.
Copyrights © 2024