Penelitian ini membahas sejarah Dinasti Bani Umayyah, yang mencakup tiga fase utama: terbentuknya, kejayaannya, dan kemundurannya. Dimulai dengan latar belakang konflik politik yang memunculkan Bani Umayyah setelah kematian Khalifah Utsman bin Affan, makalah ini mengeksplorasi peran Muawiyah bin Abi Sufyan dalam mendirikan dinasti, yang beralih dari sistem musyawarah ke sistem monarki absolut. Di bawah pemerintahan Bani Umayyah, terjadi ekspansi wilayah yang luas mencakup Spanyol, Afrika Utara, dan sebagian besar wilayah Timur Tengah serta Asia Tengah. Dalam bidang politik, pemerintahan diperkuat dengan pembentukan sistem administrasi yang terorganisir, termasuk dinas pos, pengenalan bahasa Arab sebagai bahasa resmi, dan pencetakan mata uang. Selain itu, kemajuan dalam ilmu pengetahuan seperti tafsir, hadits, fiqh, dan geografi juga dicapai, sementara akulturasi budaya antara Arab dan bangsa taklukan berlangsung pesat. Namun, faktor internal seperti persaingan kekuasaan, ketidakpuasan terhadap kebijakan yang menguntungkan golongan tertentu, dan kemewahan hidup istana, akhirnya menyebabkan kemunduran dan runtuhnya dinasti ini. Pada 750 M, Dinasti Umayyah digantikan oleh Dinasti Abbasiyah, meskipun keturunan Bani Umayyah di Andalusia berhasil mempertahankan kekuasaan mereka.
Copyrights © 2025