Krisis ekologi global menuntut respons teologis yang lebih kontekstual dan transformatif dalam pendidikan Kristen. Ekoteologi sebagai paradigma integratif menegaskan hubungan antara iman Kristen, etika lingkungan, dan kearifan lokal. Artikel ini mengeksplorasi integrasi ekoteologi berbasis Manugal Dayak dalam pendidikan Kristen sebagai model teologi ekologi kontekstual di Indonesia. Dengan pendekatan interdisipliner yang mencakup teologi, ekologi, dan antropologi, penelitian ini menganalisis prinsip keseimbangan ekologis dalam tradisi Manugal serta potensinya dalam membentuk kesadaran ekologis berbasis iman. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Kristen yang mengadopsi etika lingkungan berbasis kearifan lokal mampu memperkuat pemahaman spiritualitas ekologis, menumbuhkan tanggung jawab ekologis, serta membangun model pendidikan yang kontekstual dan aplikatif. Selain itu, sinergi antara gereja, sekolah, dan komunitas adat diperlukan untuk mendukung advokasi ekologi berbasis iman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam rekonstruksi kurikulum pendidikan Kristen yang menekankan nilai-nilai ekoteologi dalam upaya pelestarian lingkungan.
Copyrights © 2025