Curcuma longa atau yang lebih akrab disebut dengan kurkumin, merupakan salah satu senyawa yang berasal dari tumbuhan kunyit. Di dalam kunyit, kurkumin dapat ditandai dengan warna kuning yang cukup terang. Sedangkan pada tumbuhan temulawak, senyawa kurkumin terdapat pada bagian rimpang yang memiliki warna kuning terang. Selain sebagai pengembangan obat antikanker, kurkumin memiliki khasiat lain seperti bisa menjadi potensi mengobati malaria di dalam tubuh dan juga menangkal ancaman bakteri maupun radikal bebas yang dinilai berbahaya dalam tubuh. Dalam dunia medis yang sudah modern ini, pengembangan obat malaria dari senyawa kurkumin masih dipercayai. Hal ini dikarenakan, kurkumin cendrung lebih aman bila dibandingkan dengan obat obat yang telah menggunakan sistem sintetik kimia atau tidak lagi alami. Pada obat-obatan yang telah mengalami sintesis kimia, ada kemungkinan risiko dan efek samping yang lebih besar dibandingkan dengan bahan-bahan alami. Dalam potensi pengembangan obat malaria ini, sangat diperlukan agribisnis yang besar dan juga penyediaan bahan bakunya harus dipastikan tetap ditanam dan dikembangkan. Hal ini diharapkan, agar produksi tanaman obat di Indonesia tidak punah dan bisa mendunia hingga mancanegara. Pengembangan kurkumin sebagai obat malaria didukung oleh beberapa penelitian dan juga jurnal mengenai obat malaria dari dalam komponen kunyit.
Copyrights © 2025