Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran IPAS yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga siswa kurang dapat memahami materi yang diajarkan. Selain itu, rendahnya antusias dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran akibat model pembelajaran yang cenderung membosankan mempengaruhi keberhasilan pembelajaran khususnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat pemahaman siswa melalui model pembelajaran Discovery Learning; (2) peningkatan aktivitas belajar siswa; dan (3) peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini dirancang menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Sumber data penelitian berasal dari siswa dan guru Kelas IV di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Tuban. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengacu pada desain model Kemmis dan Mc Tagart menggunakan dua siklus. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa (1) penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini dibuktikan saat proses pembelajaran siswa aktif berdiskusi dan dapat memberikan penjelasan singkat tentang materi yang dipelajari. (2) Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata sikap siswa termasuk dalam kriteria cukup sedangkan pada siklus II meningkat menjadi kriteria baik sekali. (3) Berdasarkan peningkatan tersebut mempengaruhi peningkatan hasil belajar. Dibuktikan pada siklus I nilai rata-rata kelas yang tuntas sebesar 67,5% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas yang tuntas sebesar 78,8%.
Copyrights © 2025