Penelitian ini melihat bagaimana guru sekolah menengah di Pakistan Selatan melakukan fungsi yang berbeda tergantung pada jenis kelamin mereka dan pengaruhnya terhadap penggunaan AI dan keterampilan digital mereka. Sekarang alat digital banyak digunakan dalam pendidikan, menyoroti perbedaan antara pendidik laki-laki dan perempuan membantu memastikan laki-laki dan perempuan tumbuh secara profesional pada tingkat yang sama. Para sarjana belum menyelidiki bagaimana gender memengaruhi AI dan integrasi keterampilan digital di sekolah-sekolah Islam. Saya berangkat untuk: (1) mencari tahu apakah ada perbedaan keterampilan fungsional antara guru Islam laki-laki dan perempuan; (2) menilai bagaimana AI memengaruhi pengembangan keterampilan fungsional di seluruh pria dan wanita; dan (3) menganalisis apakah kompetensi digital berperan dalam membentuk korelasi ini. Para peneliti menggunakan metode kuantitatif dan menyampaikan kuesioner yang telah terstruktur sebelumnya kepada guru-guru di sekolah menengah Islam di wilayah selatan Pakistan. SPSS 22 digunakan untuk analisis data dengan menerapkan statistik deskriptif, korelasi dan regresi berganda. Para peneliti menemukan bahwa pria berkinerja sedikit lebih baik dalam tugas-tugas terkait teknologi, sementara wanita paling banyak menggunakan AI saat mengajar. Selain itu, hubungan antara penggunaan AI di sekolah dan peningkatan keterampilan fungsional terutama dipengaruhi oleh kompetensi digital (p < 0,05). Studi ini menunjukkan bahwa kebijakan dan program pelatihan yang efektif untuk kesetaraan gender mendorong guru untuk meningkatkan penggunaan AI dan teknologi digital mereka. Berdasarkan temuan tersebut, pendidik di sekolah Islam dapat meningkatkan pelatihan guru dan mengurangi perbedaan keterampilan digital antar sekolah.
Copyrights © 2025