Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga hal berikut. Pertama, mendeskripsikan bentuk tindak tutur eskpresif dalam novel Penyalin Cahaya karya Lucia Priandarini. Kedua, mendeskripsikan strategi bertutur dalam novel Penyalin Cahaya karya Lucia Priandarini. Ketiga, mendeskripsikan implikasi pemahaman bentuk dan strategi bertutur dalam pembelajaran teks novel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan Teknik studi telaah dokumen. Penelitian ini menemukan sembilan bentuk tindak tutur ekspresif dan empat strategi bertutur. Bentuk tindak tutur ekspresif yang ditemukan yaitu memuji 4 tuturan, mengucapkan terima kasih 6 tuturan, mengkritik 23 tuturan, mengeluh 26 tuturan, menyalahkan 35 tuturan, mengucapkan selamat 2 tuturan, menyindir 23 tuturan, marah 46 tuturan, dan meminta maaf 7 tuturan. Strategi bertutur yang paling banyak ditemukan yaitu, strategi bertutur tanpa basa-basi 105 tuturan, strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif 3 tuturan, strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif 41 tuturan, dan strategi bertutur samar-samar 23 tuturan. Implikasinya dalam pembelajaran, yaitu hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi siswa maupun pendidik untuk materi pembelajaran KD 3.9 dan KD 4.9 dalam menganalisis dan merancang novel dengan memperhatikan isi dan kebahasaan.
Copyrights © 2024