Tindak tutur diretif merupakan tuturan yang digunakan oleh penutur untuk memerintahkan mitra tutur melakukan apa yang diperintahkan. Tindak tutur direktif terdiri atas beberapa bagian, yakni pertanyaan, perintah, larangan, persetuuan, permintaan, dan menasehati. Tindak tutur direktif memerlukan penggunaan strategi bertutur yang tepat. Hal itu juga terbagi atas beberapa bagian, yakni, strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, strategi bertutur dengan kesantunan positif, strategi dertutur dengan basa-basi kesantunan negatif, dan strategi sertutur samar-samar. Penelitian ini dilakukan pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Matur Kabupaten Agam. Penelitian ini juga difokuskan pada pembelajaran teks anekdot. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tindak tutur direktif dan strategi bertutur yang digunakan guru dalam pembelajaran teks anekdot kelas X di SMA Negeri 1 Matur. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tindak tutur direktif pertanyaan yang paling banyak digunakan dan yang jarang digunakan adalah tindak tutur direktif menasehati. Strategi bertutur yang paling banyak digunakan adalah strategi bertutur dengan kesantunan positif. Implikasi hasil peneliatian ini akan dipaparkan dalam bentuk modul.
Copyrights © 2024