Rendahnya literasi keuangan di kalangan petani di Kabupaten Lombok Timur menyebabkan kesulitan dalam mengakses modal formal dan meningkatkan ketergantungan pada sistem pembiayaan informal yang merugikan. Literasi keuangan yang memadai dapat membantu petani dalam menyusun anggaran, mengelola pendapatan, dan membuat keputusan keuangan yang lebih rasional guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan petani melalui program edukasi berbasis kebutuhan lokal dengan pendekatan partisipatif. Program ini melibatkan 50 petani dari berbagai desa dan terdiri dari tiga tahap utama: identifikasi kebutuhan melalui survei awal, workshop edukasi yang mencakup pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan, serta pendampingan individu untuk membantu petani menyusun strategi keuangan yang lebih baik. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test guna mengukur efektivitas program dalam meningkatkan literasi keuangan peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan petani dalam menyusun anggaran, memahami berbagai opsi pembiayaan seperti koperasi dan perbankan, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan hasil panen. Temuan ini menegaskan bahwa program edukasi keuangan berbasis kebutuhan lokal efektif dalam meningkatkan kapasitas manajemen keuangan petani dan mengurangi ketergantungan mereka terhadap tengkulak. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung strategi pemberdayaan ekonomi petani melalui literasi keuangan dan dapat dijadikan model intervensi di wilayah dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2025