Kurangnya kajian etnomatematika dalam penataan hidangan tradisional dan risiko kepunahan pengetahuan matematika lokal menjadi permasalahan utama yang mendorong penelitian ini. Penelitian ini menganalisis aspek geometri simbolis dalam penataan hidangan dalam tradisi Tabir Lamo, mengembangkan bentuk dan pola geometris beserta makna filosofisnya, dan mengembangkan pembelajaran matematika kontekstual pada upacara pernikahan tradisional di Kabupaten Merangin, Jambi. Etnomatematika visual adalah pendekatan utama untuk mengungkap konsep matematika yang terintegrasi secara budaya dalam penataan hidangan tradisional yang telah diwariskan selama berabad-abad. Penelitian deskriptif kualitatif dengan metode etnografi ini melibatkan 10 tokoh adat. Instrumen menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen visual Hasil penelitian mengidentifikasi pola geometris dominan berupa lingkaran dan segitiga dalam susunan hidangan yang memiliki makna filosofis yang mendalam terkait keseimbangan, kesatuan, dan kesinambungan kehidupan. Analisis etnomatematika menunjukkan bahwa masyarakat Tabir telah menerapkan konsep matematika lanjutan seperti simetri rotasi, transformasi geometris, dan proporsi matematis tanpa pendidikan formal. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan pembelajaran matematika modern. Penelitian ini menjembatani kesenjangan antara etnomatematika teoretis dan aplikasi pedagogis praktis, sekaligus mendokumentasikan kekayaan matematika tradisional yang terancam, serta berkontribusi pada pelestarian warisan budaya dan pengembangan pendidikan matematika berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025