Puasa dalam Islam memiliki dimensi spiritual, sosial, dan kesehatan yang dijelaskan oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH) dan Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan pendekatan berbeda. UAH menggunakan analisis ilmiah dan linguistik serta mengaitkan puasa dengan manfaat kesehatan, sementara UAS lebih menekankan rujukan pada kitab-kitab fiqih mazhab Syafi’i dengan gaya dakwah yang lugas dan mudah dipahami. Meskipun berbeda dalam penyampaian, keduanya menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan spiritual. Keberagaman dalam metode dakwah ini memberikan wawasan luas bagi umat Islam dalam memahami dan mengamalkan ibadah puasa sesuai dengan pemahaman yang mendalam dan relevan.
Copyrights © 2025