Implementasi sistem merit dalam rekrutmen dan promosi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan upaya strategis untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, kompeten, dan bebas dari intervensi politik. Namun, dalam praktiknya, penerapan prinsip meritokrasi masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait politisasi birokrasi dan lemahnya komitmen terhadap reformasi tata kelola kepegawaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan untuk mengidentifikasi tantangan sekaligus peluang dalam penerapan sistem merit. Analisis SWOT digunakan untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi implementasi meritokrasi dalam manajemen ASN. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), peningkatan integritas sistem pengawasan, serta optimalisasi peran pejabat pembina kepegawaian menjadi langkah penting untuk mengatasi hambatan yang ada. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan sistem merit tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kemauan politik dan konsistensi pelaksanaannya di berbagai tingkatan pemerintahan.
Copyrights © 2025