Kesehatan merupakan kondisi fisik dan mental yang bebas dari penyakit dan dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat. Obat adalah bahan yang digunakan untuk mencegah, menyembuhkan, dan meningkatkan kesehatan, namun, obat juga dapat bersifat toksik bila tidak digunakan secara rasional. Diketahui bahwa lebih dari 60% masyarakat Indonesia melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi, dan diantaranya, ada yang menyimpan obat keras tanpa resep termasuk antibiotik, menyimpan obat kadaluarsa, dan membuang obat dengan cara yang salah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Apoteker memiliki peran dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai pelayanan kefarmasian, salah satunya melalui DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat. Ibu adalah pilar kesehatan yang berperan penting dalam mengatur berbagai hal dalam keluarga, termasuk penyediaan dan pengelolaan obat-obatan dirumah, Oleh karena itu, dilakukan penyuluhan terkait DAGUSIBU secara lisan dan tertulis melalui power point dan leaflet pada ibu-ibu kader PKK di Desa Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Evaluasi kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 27.5% melalui hasil pre-test dan post-test. Oleh karena itu, tema ini layak diadakan secara rutin dan diperluas cakupannya ke wilayah lain untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran individu sehingga dapat mencegah penyalahgunaan obat dan permasalahan kesehatan lainnya
Copyrights © 2025