Usaha mikro di Indramayu menghadapi tantangan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi bisnis. Minimnya literasi digital dan penggunaan teknologi dalam pemasaran serta pengelolaan keuangan menjadi kendala utama bagi pelaku usaha mikro. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan adopsi teknologi melalui program pelatihan yang berfokus pada penggunaan media sosial, e-commerce, dan aplikasi keuangan sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community-Based Research (CBR) dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan interaktif, dan evaluasi dampak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur perubahan pada peserta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemanfaatan media sosial untuk pemasaran (dari 38% menjadi 87%), penggunaan e-commerce (dari 26% menjadi 78%), dan adopsi aplikasi keuangan (dari 15% menjadi 69%). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa intervensi berbasis pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan keterampilan digital pelaku usaha mikro secara signifikan. Hasil ini berkontribusi pada pengembangan strategi pemberdayaan usaha mikro berbasis digital serta memberikan rekomendasi bagi kebijakan yang mendukung transformasi digital dalam sektor usaha kecil.
Copyrights © 2024