Kualitas perkerasan jalan ditentukan oleh material campurannya. Keterbatasan material membuat teknologi bahan semakin berkembang hingga memanfaatkan limbah. Salah satu limbah yang dimanfaatkan sebagai material filler adalah abu tempurung kelapa (ATK). Selain substitusi pada filler, substitusi juga dilakukan pada material perekat dengan mencampurkan Buton Granular Asphalt (BGA) ke dalam aspal. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui parameter uji Marshall terhadap campuran AC-WC dengan pemakaian ATK serta semen portland sebagai filler dengan kadar perbandingan 50:50, terhadap persentase BGA sebesar 5%, 7% dan 9% serta untuk mengetahui nilai durabilitas dari campuran AC-WC dengan penggunaan ATK serta semen portland sebagai filler terhadap persentase BGA. Kadar aspal optimum (KAO) yang didapat dengan metode overlapping ialah sejumlah 5,45%. Selanjutnya pembuatan benda uji campuran AC-WC dengan substitusi BGA dengan persentase 5%, 7%, dan 9%, dengan substitusi filler ATK sebesar 50% dan semen portland 50%. Berdasarkan pengujian, persentase terbaik adalah BGA 9% dengan nilai stabilitas sejumlah 1603,36 kg, flow sejumlah 2,73 mm, VIM sejumlah 4,83 %, VMA sebesar 17,82 %, VFA sebesar 72,91%, kepadatan sebesar 2,46 gr/cm3 dan MQ sebesar 590,50 kg/mm. Nilai durabilitas yang diperoleh persentase BGA 9% adalah 94,11% yang memenuhi standar minimum yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga 2018 Revisi 2 (2020) yaitu 90%.
Copyrights © 2025