Tujuan penelitiannya mengetahui: (1) apakah ada pengaruh pelayanan konseling terhadap kesejahteraan kelompok siswa miskin ektrem (SME)?; (2) ditinjau dari dukungan komite apakah ada pengaruh pelayanan konseling terhadap kesejahteraan kelompok siswa miskin ektrem (SME)?; serta (3) ditinjau dari dukungan guru apakah ada pengaruh pelayanan konseling terhadap kesejahteraan kelompok siswa miskin ektrem (SME)? Pendekatan penelitian yaitu pendekatan kuantitatif metode ex post factoPopulasi seluruh Siswa Miskin Ekstrem (SME) Sekolah Dasar di Balikpapan yang masuk kategori Sekolah Ramah Anak (SRA), sampel penelitian ini yaitu Siswa Miskin Ekstrem di SDN 001 Balikpapan Timur; SDN 002 Balikpapan Selatan, dan SDN 001 Balikpapan Kota, SDN 009 Balikpapan Utara, dan SDN 004 Balikpapan Barat. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan instrument/angket. Analisis data berupa: Uji Normalitas, Uji Linearitas, dan Uji hipotesis digunakan uji F. Setelah Uji validitas dan uji reliabilitas untuk angket pelayanan konseling yang digunakan yaitu 23, sedangkan untuk angket kesejahteraan kelompok siswa miskin ekstrem terdapat 22. Hasil pembahasan yaitu (1) terdapat pengaruh pelayanan konseling terhadap kesejahteraan kelompok siswa miskin ektrem (SME); (2) ditinjau dari dukungan komite terdapat pengaruh pelayanan konseling terhadap kesejahteraan kelompok siswa miskin ektrem (SME); serta (3) ditinjau dari dukungan guru terdapat pengaruh pelayanan konseling terhadap kesejahteraan kelompok siswa miskin ektrem (SME).
Copyrights © 2024