Abstrak Penelitian kualitatif berbasis kepustakaan ini mengkaji hubungan antara agama, sains, dan filsafat yang saling melengkapi dalam upaya manusia untuk menemukan kebenaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sains, agama, dan filsafat sangat erat berhubungan dengan potensi utama manusia, yaitu akal budi, pikiran, dan perasaan, yang sangat penting untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan. Dengan mempertimbangkan manusia sebagai makhluk Tuhan, sains dan nalar adalah tolok ukur pencarian kebenaran. Akal budi memungkinkan manusia memahami sesuatu dengan lebih jernih sehingga dapat memanfaatkan lingkungannya secara optimal. Begitu pula dalam filsafat, akal budi dan penalaran merupakan landasan fundamental untuk mengungkap hakikat segala sesuatu atau cara memperolehnya. Akan tetapi, dalam agama, yang kebenarannya telah ada sejak awal waktu, penerjemahan dan penerapan ajaran agama ke dalam kehidupan sehari-hari memerlukan akal budi dan penalaran..
Copyrights © 2024