Pertumbuhan gereja sering dikaitkan dengan jumlah anggota, kualitas rohani, pelayanan, serta jumlah gereja yang didirikan. Namun, pertumbuhan seperti apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan? Artikel ini mengeksplorasi peran kaum awam dalam pertumbuhan gereja lokal, khususnya di GBIA Jakarta, dengan menganalisis Efesus 4:11-16. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa memberdayakan kaum awam adalah kunci dalam pertumbuhan gereja, baik secara kualitas maupun kuantitas. Temuan menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemimpin dan jemaat dalam menciptakan sinergi pertumbuhan gereja.
Copyrights © 2024