Penelitian ini membahas rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas VI SD Negeri 2 Kema, dimana hanya 21% yang mampu melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang memperhatikan kebutuhan belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas penerapan pembelajaran berdiferensiasi sebagai solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, obeservasi, evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus 1, nilai rata-rata siswa mencapai 63,9 % dan meningkat menjadi 81,7% pada siklus 2. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi, khususnya pada materi rantai makanan, terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa secara keseluruhan.
Copyrights © 2024