Tuak merupakan salah satu minuman tradisional beralkohol produksi lokal Bali. Kandungan alkohol pada tuak sekitar 4%. Konsumsi tuak secara terus menerus tentunya akan beresiko terhadap kesehatan ginjal. Salah satu pemeriksaan laboratorium untuk menilai fungsi ginjal adalah melalui pemeriksaan kadar kreatinin serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efek minuman tuak terhadap kreatinin serum. Desain penelitian ini adalah crossestional study pada peminum tuak di Banjar Brahmana Desa Sangeh, Kabupaten Badung. Sampel penelitian sebagian besar laki-laki peminum tuak sebanyak 37 orang. Metode pemeriksaan kadar kreatinin serum dengan Jaffe Reaction. Hasil penelitian menunjukkan kadar kreatinin serum tinggi sebanyak 54% dan kadar kreatinin normal 46%. Berdasarkan kelompok umur, kadar kreatinin tinggi terbanyak, pada kelompok usia (54- 66) tahun sebanyak 24-32%. Berdasarkan jumlah konsumsi tuak, kadar kreatinin tinggi terbanyak, terjadi pada kategori sedang (1-4 botol/ 620ml-2.480ml) yaitu sebanyak 37,8%.. Berdasarkan lama konsumsi, kadar kreatinin tinggi terbanyak pada lama konsumsi 5 tahun sebanyak 43%. Kesimpulan hasil penelitian ini sebagian besar peminum tuak mempunyai kadari kreatinin tinggi
Copyrights © 2023